Pengakuan jujur saya adalah saya tidak pernah bisa
menikmati Twilight, baik bukunya maupun filmnya.
Saya tidak pernah berhasil menyelesaikan membaca
bukunya, dan selalu tertawa terbahak-bahak saat
menonton filmnya.
Oh, jangan salah, saya menonton seluruh seri
Saga Twilight dengan senang hati.Yang tidak senang
hanyalah penggemar Twilight garis keras yang duduk
dekat saya dan merasa terganggu dengan cekikan saya.
Namun, dalam pembelaan saya, menurut saya itu lucu
dan menghibur, terutama akting datar Bella.
Setelah lama alergi dengan cerita vampir, saya kemudian terjebak dengan serial True Blood. Penyebutan Mother Lilith (tokoh mitologi favorit saya) membuat saya terus menonton dan penasaran dengan kemunculan Lilith.
Namun, sayangnya, kemunculan Lilith itu mengecewakan, dan akhirnya saya berhenti menonton serial tersebut. Kemudian, saya terjebak dengan serial vampir lainnya, yaitu The Originals. Saya sangat menyukainya! Sejak itu, saya menjadi pecandu kisah vampir, manusia serigala, dan penyihir yang digabung menjadi satu. Meskipun demikian, saya masih alergi membaca buku-buku tentang vampir. Mungkin nanti saya bisa mencoba membaca Interview with the Vampire yang legendaris, itu bisa saya masukkan ke dalam daftar keinginan saya.
Serial vampir terbaru yang saya tonton saat ini adalah adaptasi dari novel karya V.E. Schwab yang berjudul First Kill. Serial ini mengisahkan tentang dua remaja, seorang vampir dan seorang pemburu vampir. Kisah ini mengikuti Juliette (diperankan oleh Sarah Catherine Hook), seorang vampir remaja yang membenci dirinya sendiri karena terlahir sebagai vampir. Ia menjalani diet ketat hingga membuatnya sakit karena menolak mengonsumsi darah manusia.
Meskipun demikian, ia tetap harus melaksanakan pembunuhan pertamanya, sebuah tradisi dalam keluarganya. Pembunuhan pertama sangat penting karena sebagai anak perempuan yang tumbuh dalam keluarga yang berlandaskan matriarki, ia diharapkan menjadi penerus dan anggota terkuat dalam komunitas vampir.
Di sisi lain, ada seorang remaja bernama Calliope (diperankan oleh Imani Lewis) yang berasal dari keluarga pembunuh vampir terkenal. Berbeda dengan Juliette yang tidak menyukai dirinya sendiri, Calliope justru menikmati keberadaannya sebagai pemburu vampir dan siap untuk melakukan pembunuhan pertamanya. Ia ingin diterima dalam organisasi pemburu vampir yang besar.
Singkatnya, kedua remaja ini bertemu di sekolah. Insting tajam Calliope yang telah terasah sejak kecil dengan cepat mengenali Juliette sebagai vampir, dan ia mulai mendekatinya dengan tujuan untuk membunuhnya. Namun, Juliette malah melihat Calliope sebagai gadis menarik dan jatuh cinta padanya.
Setelah upaya pembunuhan pertama yang gagal, mereka akhirnya saling mengungkapkan identitas satu sama lain dan jatuh cinta. Namun, cinta di antara dua orang dari keluarga yang saling bermusuhan tidaklah diterima dengan baik. Mmm... klasik, bukan?

Komentar