The Nanny's Diary adalah sebuah novel yang ditulis oleh EmmaMcLaughlin dan Nicola Kraus. Cerita ini mengikuti kehidupan seorang lulusan arkeologi yang bekerja sebagai pengasuh di sebuah keluarga kaya diManhattan. Dia mencatat pengalamannya dalam sebuah buku harian yang kemudian ditemukan oleh seorang penulis yang ingin mengubahnya menjadi buku.
Novel ini kemudian diadaptasi menjadi sebuah film dengan judul yang sama. Film ini dirilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Scarlett Johansson.Rentang waktu saya membaca novel dan bukunya sangat jauh. Novelnya saya baca beberapa tahun silam, mungkin di awal-awal tahun 2000-an, sedangkang filmnya baru saya tonton tahun 2023.
Meski menonton film kembali mengingatkan saya, betapa versi Novelnya sangat menghibur, lucu, sekaligus haru, tapi mungkin ada beberapa bagian yang detail buku yang sudah lupa. Bukunya pun entah berada dimana? Yang jelas tidak ada dalam deretan novel chick lit di lemari.
Meskipun novel dan film berbagi premis dasar yang sama, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Film diawali dengan prosesi kelulusan Emily yang memiliki gelar minor arkeologi, dan mayor akuntansi. Ibunya seorang orangtua tunggal yang bekerja sebagai perawat menginginkan Emily mendapat pekerjaan bagus di di sebuah perusahaan besar. Dalam upaya mencari pekerjaan, Emily bertemu dengan anak kecil lucu yang berakhir mendapatkan pekerjaan sebagai nanny untuk keluarga itu, yang terdiri dari pasangan suami istri yang sibuk. Ketika Emily mulai bekerja, ia menyadari bahwa keluarga ini memiliki kehidupan yang jauh dari apa yang dia bayangkan.
Selama bekerja sebagai nanny, Emily menghadapi berbagai tantangan dan peristiwa lucu. Dia harus menghadapi anak yang sulit diatur, mengurus tugas rumah tangga yang banyak, dan menghadapi masalah keluarga yang rumit. Namun, seiring berjalannya waktu, Emily mengembangkan hubungan yang dekat dengan dengan sang anak dan mulai mengerti kehidupan keluarga ini.
Melalui perjalanan ini, Emily belajar tentang arti keluarga, pengorbanan, dan memahami nilai-nilai yang sebenarnya. Dia menjadi lebih percaya diri dan terhubung dengan dunia anak-anak. Pada akhirnya Nanny's Diary menampilkan perjalanan emosional Emily sebagai seorang nanny ,dan pengalamannya tersebut mengubah dirinya sendiri dan kehidupan keluarga yang ia layani.
Film ini merupakan kombinasi antara komedi, drama, dan kisah keluarga yang menghibur. Dengan melibatkan momen lucu dan penuh emosi, Nanny's Diary menyampaikan pesan tentang pentingnya hubungan keluarga dan arti pekerjaan yang dilakukan dengan penuh cinta dan dedikasi.
Selain itu, film sering kali melakukan penyederhanaan atau pengurangan dari cerita asli karena keterbatasan waktu. Beberapa sub-plot atau karakter sampingan dalam novel mungkin dihilangkan atau disederhanakan dalam versi film. Hal ini umum dalam adaptasi novel ke dalam film. Yes, saya ingin kisah cinta tokoh utama dengan Mr. Harbour lebih banyak. Di film langsung nama aslinya, nggak seru, Mr. Harbour lebih lucu dan menggemaskan. Atau seingat saya Emily mengasuh dua anak, bukan anak tunggal (koreksi kalau salah)
Buku seringkali memberikan ruang yang lebih luas untuk menjelaskan latar belakang karakter, hubungan antara mereka, dan konteks sosial. Dalam film, informasi ini mungkin disederhanakan atau diberikan dalam cara yang lebih langsung dan singkat. Meskipun beberapa detail mungkin dipotong dalam adaptasi film, film tersebut masih dapat menangkap esensi cerita dan memberikan pengalaman yang menghibur.
Secara keseluruhan, The Nanny's Diary adalah sebuah cerita menarik yang diadaptasi menjadi novel dan film. Meskipun ada perbedaan antara kedua media tersebut, baik buku maupun film dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menarik. Jika Anda menikmati cerita tentang kehidupan sehari-hari dengan latar belakang kaya dan perbedaan sosial, Anda mungkin menikmati baik membaca bukunya maupun menonton filmnya.

Komentar